Most Q&A Tentang Ukuran Sepeda!

Most Q&A Tentang Ukuran Sepeda!

 

Soal memilih ukuran sepeda, banyak orang masih kebingungan. Sudah terlanjur beli karena modelnya cocok, ternyata kurang nyaman saat digowes dalam waktu lama. Cari informasi di sana-sini, tetapi masih juga kebingungan. Lalu apa masalahnya? Berikut berbagai pertanyaan soal ukuran yang sering diutarakan para pemburu sepeda.

  • Beda Ukuran Sepeda Cowok Cewek?

Desainnya saja sudah beda, mulai dari bentuk frame, sadel, sampai handlebar-nya. Ukuran sepeda cowok cenderung lebih besar daripada cewek. Top tube sepeda cewek umumnya lebih landai, dengan handlebar berikut stem-nya yang lebih pendek. Sementara pada bagian jok atau sadel, ukurannya justru lebih lebar punya cewek.

Cara memilih ukuran sepeda buat kaum hawa tak jauh beda dengan sepeda pria. Mengenai langkah-langkahnya telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, berikut  beberapa di antaranya:
Panduan Memilih Sepeda
Tips Mencari Ukuran Sepeda Gunung
Mengatasi Frame Sepeda Kebesaran atau Kekecilan

  • Tipe yang Paling Tepat?

Setidaknya ada lima kategori jenis sepeda menurut penggunaannya. Yaitu sepeda MTB, roadbike, citybike, BMX/dirt jump, dan sepeda anak.  Setiap jenis sepeda didesain untuk kebutuhan tertentu. Jadi sebelum membeli sepeda, pertama kali kamu harus menentukan jenisnya yang paling tepat.

Kalau kamu ingin menggowes ke kantor setiap hari, lebih baik pilih roadbike atau citybike. Sebaliknya jika mayoritas kegiatan bersepeda kamu bersifat rekreasional saat weekend dan seringnya melalui jalur pegunungan, maka MTB merupakan opsi terbaik.

Begitu pula sepeda anak, yang terdiri dari bermacam-macam model serta ukuran. Pilihannya tergantung usia anak atau diukur dari tinggi badannya. Standar tinggi badan ini bisa menjadi cara termudah untuk menentukan ukuran sepeda paling tepat.

  • Panduan Ukuran Sepeda?

Umumnya produsen sepeda menerapkan standar ukuran masing-masing yang berbeda satu sama lain. Tapi ada panduan umum ukuran sepeda sebagai referensi universal, biasanya dinyatakan dalam huruf S, M, dan L, berikut tabelnya:

 

 

Soal memilih ukuran sepeda, banyak orang masih kebingungan. Sudah terlanjur beli karena modelnya cocok, ternyata kurang nyaman saat digowes dalam waktu lama. Cari informasi di sana-sini, tetapi masih juga kebingungan. Lalu apa masalahnya? Berikut berbagai pertanyaan soal ukuran yang sering diutarakan para pemburu sepeda.

  • Beda Ukuran Sepeda Cowok Cewek?

Desainnya saja sudah beda, mulai dari bentuk frame, sadel, sampai handlebar-nya. Ukuran sepeda cowok cenderung lebih besar daripada cewek. Top tube sepeda cewek umumnya lebih landai, dengan handlebar berikut stem-nya yang lebih pendek. Sementara pada bagian jok atau sadel, ukurannya justru lebih lebar punya cewek.

Cara memilih ukuran sepeda buat kaum hawa tak jauh beda dengan sepeda pria. Mengenai langkah-langkahnya telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, berikut  beberapa di antaranya:
Panduan Memilih Sepeda
Tips Mencari Ukuran Sepeda Gunung
Mengatasi Frame Sepeda Kebesaran atau Kekecilan

  • Tipe yang Paling Tepat?

Setidaknya ada lima kategori jenis sepeda menurut penggunaannya. Yaitu sepeda MTB, roadbike, citybike, BMX/dirt jump, dan sepeda anak.  Setiap jenis sepeda didesain untuk kebutuhan tertentu. Jadi sebelum membeli sepeda, pertama kali kamu harus menentukan jenisnya yang paling tepat.

Kalau kamu ingin menggowes ke kantor setiap hari, lebih baik pilih roadbike atau citybike. Sebaliknya jika mayoritas kegiatan bersepeda kamu bersifat rekreasional saat weekend dan seringnya melalui jalur pegunungan, maka MTB merupakan opsi terbaik.

Begitu pula sepeda anak, yang terdiri dari bermacam-macam model serta ukuran. Pilihannya tergantung usia anak atau diukur dari tinggi badannya. Standar tinggi badan ini bisa menjadi cara termudah untuk menentukan ukuran sepeda paling tepat.

  • Panduan Ukuran Sepeda?

Umumnya produsen sepeda menerapkan standar ukuran masing-masing yang berbeda satu sama lain. Tapi ada panduan umum ukuran sepeda sebagai referensi universal, biasanya dinyatakan dalam huruf S, M, dan L, berikut tabelnya

Kalau mau detail, sebenarnya ukuran sepeda yang pas tidak bisa cuma dilihat berdasarkan tinggi badan saja, tetapi postur tubuh secara keluruhan. Karena menggowes harus nyaman, jadi kamu harus tahu bagaiman posisi paling enak yang membuatmu tidak cepat lelah.

Maka dari itu kamu perlu menentukan beberapa aspek, pertama adalah gaya bersepeda. Apakah kebanyakan di jalanan aspal mulus atau jalur medan berat, downhill atau freeride, touring atau jarak pendek, balapan atau sepeda santai.

Kedua, pilihan jenis handlebar favoritmu drop atau flat. Ketiga, postur organ tubuhmu, mulai dari panjang kaki, panjang inseam, sternal notch, lengan, lebar bahu, sampai panjang betis dari lutut ke tumit.

Panduan ukuran ini bersifat universal, direkomendasikan jika kamu berencana membeli sepeda secara online. Tapi akan lebih baik kalau kamu bisa menjajal naik ke atas sepeda sebelum membeli. Dengan begitu kamu bisa merasakan sendiri apakah posisimu sudah nyaman saat menggowesnya.

  • Apa itu Inseam dan Sternal notch?

Panjang inseam adalah sisi dalam kaki dalam kondisi sedikit meregang. Cara mengukur panjang inseam, pertama-tama berdirilah tegak tanpa sepatu sepeda, lalu regangkan kaki hingga jarak antara kedua telapak sekitar 15 – 20cm. Kemudian panjang inseam diukur mulai telapak kaki hingga pangkal selangkangan.

Sedangkan sternal notch adalah titik lunak di antara tulang kerah, beberapa sentimeter di bawah jakun. Mengukur panjang sternal notch dimulai dengan cara yang sama seperti mengukur inseam, yaitu kaki sedikit meregang. Lalu ukurlah jarak antara telapak kaki hingga titik tengah sternal notch.

Kamu bisa mengetahui rekomendasi ukuran sepeda yang lebih akurat menggunakan kalkulator, seperti bikinan jensonusa.com ini. Tapi sekali lagi, panduan ini bersifat universal dan sebaiknya tidak kamu jadikan pedoman mutlak kala berencana membeli sepeda.

  • Posisi Paling Recommended?

Umumnya posisi paling nyaman adalah ketika tanganmu menjangkau handlebar dengan mudah. Saat di atas sepeda, tanganmu bisa bebas meliuk-liukkan arah handlebar. Kepala pun berposisi tegak hingga mata memiliki ruang pandangan yang bagus.

Selain itu, kakimu juga harus dapat meregang maksimal pada saat posisi pedal paling rendah tanpa harus berjinjit. Demikian pula saat berhenti, telapak kaki harus sanggup menjangkau permukaan tanah dengan mudah. Namun ketika menjajal sepeda, pastikan kamu sudah memakai alas kaki yang biasa dipakai untuk menggowes. Sehingga kamu tak perlu melakukan pengaturan lagi  kemudian.

  • Bagaimana Jika Salah Pilih?

Terlanjur salah beli dan tidak punya pilihan lain? Jangan menyesal berlebihan. Kamu masih bisa menyasatinya dengan mengatur ketinggian tangkai sadel dan handlebar.

Kalau sepedamu kekecilan, naikkan posisi sadel dan mundurkan sedikit. Posisi handlebar perlu ditinggikan juga, tetapi jika mentok sepertinya kamu harus mengganti stem-nya. Sebaliknya kalau sepedanya kebesaran, aturlah ketinggian sadel dan handlebar tadi lebih rendah sampai memperoleh posisi terbaik.

Berbagai pertanyaan tentang ukuran sepeda kini terjawab sudah. Kalau kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut, silakan tulis di kolom komentar, ya.

Previous Melihat Aktivitas Pegowes di Malang Selama Pandemi Corona
Next Segini bujet untuk merakit sepeda gunung dari nol

About author

You might also like

How To 0 Comments

Utamakan Selamat, Berikut Tips Bersepeda di Jalanan Padat

Pagi hari, waktunya beraktivitas. Setelah sarapan dan menyiapkan segala keperluan, kini saatnya berangkat ke tempat kerja. Bersepeda bisa menjadi salah satu alternatif transportasi jika jarak antara rumah dengan lokasi kerja

How To 0 Comments

Tanpa Persiapan Matang, Keselamatan Pegowes Bakal Terancam!

Kalau Anda belum pernah mencoba bersepeda gunung, pasti akan kaget dengan sulitnya jalanan yang dilalui tantangan keselamatan bersepeda. Mengayuh di atas jalanan sempit, kadang kala licin, dan berbatu. Tidak jarang,

How To 0 Comments

Jangan Tinggalkan 11 Benda Wajib ala Bikers Pro

Pesepeda gunung bukanlah pendaki, yang harus menggendong tas ransel besar berisi segala kebutuhan pribadi di punggung. Aktivitas bersepeda gunung juga tidak bisa disamakan dengan olahraga joging, yang tidak perlu membawa

Diskusikan